Kamis, 29 Agustus 2013

Hanya Aku Rindu Mu



Kekasih hatiku ....
Hari ini aku rindu
Ku buai mimpi dalam rengkuhmu
Ku ayun rasa  dalam angan- anganku
Ku ingin hari ini aku berada di dekapmu
Mencurahkan rasa rindu yang ada padaku
Menceritakan duka karena mencintaimu 
Sayangku ....
Hari ini semua yang ada pada dirimu terbayang
Membuat khayalku jauh melayang
Hampiri semua yang telah terbuang
Jauh bersama angan – angan
Pujaan hatiku
Adakah rindu pada diri
Membuat jiwa dan ragaku tak berperi
Membawa semua mimpi dalam diri
Agar hilang rasa rindu di hati
Karena hanya aku yang kamu miliki

Rabu, 28 Agustus 2013

Rindu

Wajahmu tetap bermain dalam bola mataku
Senyummu tetap berada dalam ingatan
Bertopang dagu menahan rindu
Sebelum aku katakan rindu padamu
Ku ungkapkan kata - kata rindu ini dulu
Agar kamu tahu rinduku memburu

Aku tahu dalam hatimu selalu ada aku
Walau tak kau katakan padaku
Tapi rasa itu selalu ada padaku
Bahwa kau mencintai aku hanya dalam kalbu
Aku tahu itu karena matamu sendu menatapku


Katakan padaku
Rindu di dihatimu hanya untukku
Tak perlu kau urai dengan lagu
Karena aku tahu rindumu untukku

Disini aku  rindu
Agar kau tahu rinduku  itu
Tanpa ragu aku katakan rindu
Karena kita punya rindu yang syahdu
Tanpa perlu kau ragu

Rinduku hanya untukmu...




Senin, 24 Juni 2013

Muthmainah Zahara Riesya

             Sayang,   15 tahun yang lalu tepatnya  Rabu, 24 Juni 1997   kamu mama lahirkan, tetapnya 06.45 WIB, sebelum itu sakit perut yang mama rasa ketika akan melahirkan kamu  begitu mama nikmati, tak ada rasa sakit melebihi kebahagian mama dapat memiliki kamu, bahagia mama dapat memiliki kamu  menghilangkan rasa sakit pada diri mama. 
            Lahirlah seorang perempuan, manis tetapi tidak memiliki rahang muka, dengan kepala yang besar mirip seperti film kartun burung  kesukaan mama Tweety, " kamu tidak punya rahang nak " , mirip dengan wajah Tweety, semua keluarga sedih, Nenek dari Ayah, Nenek Dari mama dan semua tante dan Om kamu, tapi mama tetap bahagia nak bisa melahirkan dan memiliki kamu walau kamu cacat tidak punya rahang, mama tidak peduli dengan cacat di wajah kamu, kamu anak mama, mama yang melahirkan kamu nak ...
            Berjalannya waktu, usiamu telah 2 tahun cacat pada wajahmu semakin jelas nak, semua orang yang bertemu dengan kita pasti akan bertanya pada mama, " kenapa wajahnya bu ? mama hanya bisa menjawab " pemberian Allah, mama tak menangis , mama bangga telah memiliki kamu, percayalah.Mama berusaha untuk tetap membawamu terapi , tetap berikhtiar untuk kesembuhan kecacatan pada wajahmu.
            Kian hari, waktu telah berjalan dengan cepat nak, kamu makin tumbuh dewasa, lupa rasanya dengan cacat diwajahmu, makin tumbuh jadi anak yang manis, wajahmu telah sempurna nak, tidak ada lagi cacat di wajahmu, aku begitu bersyukur kepada Allah telah memberikanmu kesempurnaan dari cacatnya wajahmu masa kecil. 
            Selamat Ulang Tahun MUTMAINAH ZAHARA RIESYA, kini kamu telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, wajahmu tak cacat lagi, betapa sayang mama padamu, mama hanya berharap di hari Ulang Tahunmu  , kamu menjadi anak yang soleha berbakti pada kedua orang tua dan selalu menjadi orang yang berguna untuk orang lain....
              Kini bersykurlah kepada Allan , karena kamu telah diberikan kesempurnaan wajah dan selalu berada dijalanNya...Amin...



Mama



Minggu, 09 Juni 2013

Kekasih Hati



Kekasih hatiku ....
Hari ini aku rindu
Ku buai mimpi dalam rengkuhmu
Ku ayun rasa  dalam angan- anganku
Ku ingin hari ini aku berada di dekapmu
Mencurahkan rasa rindu yang ada padaku
Menceritakan duka karena mencintaimu 
Sayangku ....
Hari ini semua yang ada pada dirimu terbayang
Membuat khayalku jauh melayang
Hampiri semua yang telah terbuang
Jauh bersama angan – angan
Pujaan hatiku
Adakah rindu pada diri
Membuat jiwa dan ragaku tak berperi
Membawa semua mimpi dalam diri
Agar hilang rasa rindu di hati
Karena hanya aku yang kamu miliki

Rabu, 08 Mei 2013

Untukmu

Akan aku untai rindu ku ini
menjadi kalung yang indah
akan aku sematkan
kepadamu

Ku untai satu persatu
lembut ku genggam
agar tidak gugur kelopak rindu ini
dan terlihat sempurna

Semakin ku untai
rindu itu, semakin sesak dadaku
semakin banyak kelopak rindu jatuh
tak berdaya

aku tak sanggup
gapai kelopak rindu
yang terjatuh
di lantai kerinduan

aku biarkan
kelopak itu berada di sana
karena aku tahu
pasti akan ada orang yang mengapai

kini untaian rindu
tersusun cantik
siap ku kalungkan
untukmu yang ku rindu


Bersandar Tanpa Pergi

Bukah kah kau yang meminta
aku mengarungi samudra luas ini
ku dorong tongkang ketengah laut
walau gelombang terus menghadang

Gelombang besar menerjang tongkang
sekuat raga kuhadang garang
hingga tongkang  melepas lambai
tak ada lagi tangis berpisah

Tongkang tengah laut
dayung tertinggal
terombang ambing tanpa tujuan
terus berbelok segala penjuru

Angin berhembus
tongkang mengikuti
tak punya daya melawan angin
terus terombang ambing

terombang ambing tengah samudra
tak ada dayung membantu
bersandar ketepi
untuk bersandar tanpa pergi

Tongkang disini tetap menanti
dayung berada dalam peti
mengarap dapat bersandar ketepi
tidak perlu lagi pergi sendiri


Kerinduan

Kering kerontang air bening pelupuk mata
telah lama deras mengalir tanpa makna
kau buat goresan luka di setiap aliran
hingga setiap air  melewati batas kesakitan

Debar jantung gelora hati
bukan hati berkata benci
tapi kata membuat iri hati
penuh caci serta maki

Bukan aku ingin berhenti
mencari bening air mata ini
tapi dengan pasti aku jalani
karena kamu tetap di hati

Degupku makin berpacu
menahan gemuruh rindu
tanpa lagi ada air mata 
menatap mataku penuh syahdu

Bening air pelupuk mata
tidak lagi akan ku tumpahkan tanpa makna
biarlah di mengalir seperti sungai gangga
merasakan rindu yang penuh cinta







Selasa, 07 Mei 2013

Bertandang Dalam Mimpi

Aku ingin kau bertandang dalam mimpiku
Menemaniku dalam sebuah cerita semu
Membuai anganku penuh haru
Bening sudut mataku jatuh satu persatu

Bukan, bukan aku rindu dengan ragamu
Aku rindu dengan cinta kasihmu
Aku rindu suara syahdu
Menemaniku tidur penuh ragu

Terus bemain dalam fikiran rindu
Akankah kau bertandang malam jemu
Menemaniku lewat cerita baru
Agar dapat ku lunasi rindu itu




Sabtu, 04 Mei 2013

Za

Za, mengapa kau buat luka baru lagi
luka lama belumlah kering di hati
kau sayat tipis -tipis luka itu
tipis sekali hingga rasa itu semu

Za, dulu dari bibirmu terucap kata
akan akan ku balut luka dirimu
hingga tak ada lagi  luka 
yang terus merana

Za, kini waktu telah berganti
luka lamaku tetap disini
kau buat luka baru di hati
kini kau pergi

Za, mengapa kau tinggalkan luka hati
ketika luka lama ku hampir sembuh di hati
aku disini menanti
menunggu kau balut luka ini ...

Za ...
tapi itu tak mungkin
kau tak lagi peduli aku yakin
karena tak ada lagi rasa itu Za...



Kamis, 02 Mei 2013

Raja Di Hati


Kau yang dulu datang
mengetuk jendela hati
memaksa rasa….
terbuka kunci cinta

susah payah…
Ku biarkan kau masuk
mengisi,,,
tahta cinta suci

saat kau raja hatiku
beri warna hidupku
amalkan senyum tulus
bertasbih kalbu suci

waktu yang berjalan
buatmu lupa Akan kerajaan,,,
yang kau tahta

tinggalkan singgasana suci
tinggalkan semua ketulusan hati

ku terlalu sulit terima
ku kunci pintu hati
tak kan ku buka lagi
karena hanya beri
sakit dihati

kini kau kembali
meminta tahta itu lagi
tapi ku tak perduli

pergi kau…
Jangan pernah kembali
tahta ini bukan milikmu lagi

kerajaan ini tlah terkunci
hanya yang tulus sejati
menjadi raja hatiku
lagi…….

Rinduku

Kuhantarkan rindu malam ini untukmu
Walau hanya lewat desahan mimpi semu
Aku berharap dalam mimpi kita dapat bertemu
Lewat khayal dan angan tanpa jemu

Teriak angan tanpa suara
Membawa makna dalam mimpi surga
Tidak terhenti walau hilang ditengah raga
Tetap teriak walau tanpa hilang makna

Teriak rindu lewat angin
Berharap angin sampaikan walau dingin,
terus berselimut  mimpi
dengan khayal bertemu  sunyi

Tak lagi guna berteriak rindu
hanya lewat mimpi semu
Biarkan rindu kuhantar untukmu
Walau kau tak punya rindu untukku





Selasa, 30 April 2013

Ruang Rindu


Ruang rindu ini kosong tanpa suaramu
Ruang rindu ini menunggu purnama hatimu
Tanpa batas , tanpa waktu , tanpa harapan,
Akan kah dia kembali membawa isi ruang Rindu

Bukan, bukan, bukan aku ingin mengisi rindu itu
Tapi kamu telah buang semua Ruang rinduku
kedalam semak kedengkian hati…
tanpa ada kata- kata pasti

Tolong. Tolong, tolong aku
jangan biarkan ruang rinduku kosong tanpa hatimu
aku tak mau jadi luka karena rindu tanpa isi
aku hanya ingin ruang rindu adalah hatimu

aku tak mau ruang rinduku berkisah tentang duka
aku tak ingin ruang rinduku berada di antara kebencian
aku hanya ingin kamu ada dan mengisi ruang rinduku
aku hanya ingin kau penuhi ruang rinduku dengan kebahagiaan…

kamu tidak pernah tahu,
kamu tidak pernah ada ketika ruang rindu itu hampa
kamu hanya dating tanpa membawa semua isi ruang rinduku
kamu  campakan dimana tempat yang tidak pernah aku singgahi ….

Aku menunggu , tetap menunggu sampai ruang rinduku penuh..
Penuh dengan kasihmu, dan penuh dengan senyuman terindahmu
Aku tetap menunggu isi ruang rinduku
Yang kau bawa kembali padaku…..

Minggu, 03 Maret 2013

Tetap

titik-titik bening itu terus mengalir
terus mengalir tanpa henti
ini bukan yang pertama

tetap bertahan dalam sesak
tetap terbiar dalam tangis
tetap tak berkata dan bisu

walau itu sakit
walau itu luka
walau itu nestapa

rindu berubah keruh
walau aku tahu itu sendu
tapi buat aku layu
 

Sabtu, 02 Maret 2013

Kucumbui Malam

terus kucumbui malam
hingga desah bercampur peluh
menatap dinding kelam
tanpa batas nirwana

memperkosa malam
tak peduli pagi menghadang
terus meronta menentang lawan
menyiksa malam tanpa dosa

terus kucumbui malam
melewati angan dalam batas
menanggalkan satu persatu
angin dan hebusan

terus meronta
terus meronta
berteriak kecang
dalam suasana garang

kucumbui malam
hingga rembulan hilang

Aku Datang

tunggu aku dalam gelapnya malam
walau senyum rembulan sedikit malu- malu
lambaian nyiur berbisik lembut
bertanya apa yang akan kusampaikan
padamu....
lewat desahan ombak nyiur berbagi
aku datang ditepi- tepi pantai
hingga bulir pasir berurai
satu- persatu
dan dapat berkata " aku rindu kamu"
akankah kau menunggu aku
hingga bosan pasir dipijak
menitipkan seuntai rindu
yang berbuih didalam gulungan ombak
aku datang, aku datang
walau itu hanya bisikan angin malam
biarku dekap lewat lembutnya
hembusan angin laut
dan bercumbu menghabiskan malam
hingga mentari mengecup kening pagi
aku datang walau hanya
lewat nyiur yang melambai

Selasa, 26 Februari 2013

Aku

Aku memang bukan yang terbaik 
Aku memang bukan yang terindah 
Aku memang bukan yang terhebat 
Aku memang bukan yang tercantik 

tapi aku punya rasa yang tidak mereka punya
aku punya hati yang mereka tidak punya 
aku punya cinta yang mereka tidak punya 
aku punya sayang yang mereka tidak punya

Masihkah kau ragukan aku 
Masihkah kau bimbangkan diriku
Masihkah kau bandingkan aku 
Masihkan kau sejajarkan aku 

Dengan mereka , dengan kekasihmu
Dengan teman khayalmu, dengan semua 
teman mimpimu

Aku nyata walau aku bukan yang terbaik 
Aku nyata walau aku bukan yang terindah 
Aku nyata walau bukan yang terhebat 
Aku nyata walau bukan yang tercantik 

Aku tetap disini menunggumu.....
 

Kau Diam Membisu


Hati ku hampa tanpa bertemu  dengan mu,
Bayangmu datang walau sesaat waktu yang kupunya
Tidak ada kata, tidak ada senyum, tidak ada sapa
Hanya diam membisu

Oh.. jangan
Jangan kau lukai hatiku lagi...
Hatiku tak cukup kuat untuk terluka
Karena sebuah cerita dusta
Tanpa ada kata- kata indah

Aku rindu...
Katakan bahwa kau rindu padaku
Agar aku dapat merasakan rindu itu ada
Walau sesaat ...

Binar mataku tak dapat bersembunyi
Walau aku tau  rindu itu bukan untukku
Aku masih bahagia
Ada kata rindu dari bibirmu

Akankah ku toreh pelanggi dihatimu
Akankah ku hembuskan angin rindu di telingamu
Agar ada rasa rindu itu di hatimu
Dan tetap menemui aku

Tak Ada Lagi Kata



Aku tak pernah bermimpi berpisah dengan dirimu
Aku juga tak pernah ingin jauh dari dirimu
Akupun tak punya nyali untuk hidup tanpa dirimu
Tetapi kehendakmu berbeda ...

Tak ada lagi kata sayang
Tak ada lagi kata cinta
Tak ada lagi kata rindu
Tak ada lagi kata mesra terucap dari bibirmu

Apakah aku tak pantas mendapatkan itu semua
Apakah aku tak berhak mendapatkan kata itu
Apakah aku tak bisa memberikan rasa rindu padamu
Apakah memang tak pantas aku mendapatkan kata itu seperti kekasihmu

Mungkin memang tak pantas aku dapatkan itu semua
Mungkin memang tak berhak aku atas semua itu
Aku akan coba mengerti ...

Bayangmu

meniti hari tanpa bayangmu
membuatku lelah berjalan
asa tertinggal
harapan musnah

betapa penting bayangmu
untuk hidupku
walau itu hanya khayal
dan mimpi

pernahkah kau mengerti
betapa berarti bayangmu
untuk diriku
yang layu dan mati

tapi kau tak pernah mengerti
bayangmu begitu egois
menemui asaku
dan mengapai hatiku

aku layu tanpa bayangmu
aku gugur tanpa bayangmu
akankah kau hadir
menemui aku....??

Aku Disini

Lelah lewati hari tanpa harapan
Melingkarin hidup tanpa sudut
Menitikan peluh dengan lelah
Menanti kau memberikan harapan

Peluh bercucuran tanpa henti
Berdiri tegak menatap jalang
Mengaharap kau datang
Membawa sekeranjang harapan

Asaku teriak ...
Datang... Datang..datanglah harapanku
Hanya engkau yang dapat bantu aku lewati hari
Melingkari hari dengan sudut

Dimana ...kau ....labuhkan asaku
Agar aku dapat mendekapnya
Dengan peluh lelah penantian
dan bantu menghapus peluh lelahku

Aku ingin lewati hari bersamamu
hari ini dan nanti ...
karena hanya kau yang mampu menghapus peluhku
dan melingkari hidup dengan sudut

Aku disini dengan peluh bercucuran
tetap menunggumu dan ingin bersamamu
sampai kapan kau ingin
menemui aku ....aku tetap disini


Gelap Siang

Gelapnya siang menenggelamkan aku pada keresahan
Membawa aku dalam lorong waktu yang tak ada arah
Membiarkan buncahan air hujan menerpa wajah
Tak peduli kotor sekalipun menyelimuti tubuh

Walau gelap siang menengelamkan asaku
Aku tetap berada dalam buncahan air mata langit
Yang terus berderai menghilangkan sesak dalam dada
Agar hilang............... hilang................hilang  dan kembali terang

Menatap lembutnya awan yang telah puas mencurahkan air mata
Membiaskan sesak yang telah tumpah dalam isak
Tenang hati dalam dada membiarkan air itu tetap berderai
Dan teruslah berderai membasahi semua hati

Agar puas dan lepas beban ini
dan aku akan kembali ke lorong waktu kini
dengan senyum seperti awan membawa pelangi
takan ada duka lagi.....

Walau gelap siang kembali lagi
Aku tetap bertahan untuk membiarkan air itu jatuh
membasahi semua yang pernah luka
Dan membiarkan diri dalam sebuah angan

Jumat, 15 Februari 2013

Aku Menunggumu

Peluhku bercucuran ...
Menanti senja , berdiri ditengah siang
Berharap kau datang
Menjemputku dengan jemarimu

Aku tak lelah menunggu
Walau mentari begitu terik
Membakar kulit
Membuat emosi

Menanti jemari tanganmu
Mengapai hatiku
Membawaku pergi
Dan menjalani hari

Peluhku tetap bercucuran
Teriknya Mentari tak membuatku
Beranjak untuk menunggumu
Aku tetap disini

Jemput aku Kekasihku...
Aku disini dengan peluh


Senin, 11 Februari 2013

Rinduku Masih Bertahan

Rinduku masih bertahan
walau ombak terus berkejaran
mengapai pinggir pantai
agar aku dapat mengapai

Rinduku masih bertahan
terus mengapai karang tengan lautan
berharap kau ada dalam timbunan
menungguku penuh dengan pesan

Rinduku masih bertahan
rindu tentang belaian
rindu tentang senyuman
rindu tetang kata- kata manja


Rinduku masih bertahan
menunggu senja dengan  perlahan
berharap kau datang dengan senyuman
membawa semua kerinduan

Rinduku masih bertahan






Kamis, 07 Februari 2013

Rindu Sebak

lazuardi senja belumlah nampak
tapi rinduku datang dengan serentak
terpaku diriku  dengan kau hentak
kata rinduku  mati  telak

aku bukan seorang pemberontak
yang kau hentak langsung menghelak
aku hanya seorang  anak
terhentak terus melonjak

nenahan rindu dengan isak
tanpa perlu kau desak
aku hanya perlu menghela sesak
agar aku tak tersebak

rinduku terus berontak
lazuardi belum juga nampak
akankah aku sebak
karena menahan rindu penuh isak







Aku Rindu



Telah lelah ku telusuri jalan ini
Tetapi tak aku temui sebait tentang diri
Hanya ada kekeranjang rindu tanpa hati
Aku tak mau tahu siapa yang memiliki
Kuraih dan kugapai
Dalam genggaman rindu itu sendiri
Aku berkata bak belati
Menikam rindu dalam sepi
Aku bekata bak pujangga kini
Semua kata tak ada yang dimengerti
Rindu sedih termenung menaruh jari
Sedihkah rindu saat ini ?
Hanya sendiri dalam keranjang besi
Tak ada kasih  dalam sedih
Tak ada cinta dalam duka lirih
Semua pergi menjauh
Tanpa permisi dan terima kasih
Dengan sedikit luka hati
Jalan tetap ku tapaki
Dengan kerikil keji
Aku terus melangkah pasti
Menggapai rindu dalam sendiri