Selasa, 27 Januari 2015

Bukahkah Kamu Yang Meminta

Bukannkah malam ini kamu yang meminta
aku berada dibuaian malam
terus bermimpi dalam fatamorgana
terus berkahayal dalam mimpi tak bertepi

Bukankah malam ini kamu yang meminta
aku berada dalam dekapmu
hingga tubuh lemas dan mata terpejam
kenapa kau tinggalkan aku dalam keheningan

Bukankah malam ini kamu yang meminta
memintal kasih menjadi benang  kerinduan
hingga tak ada lelah berpacu dalam cumbu
tetapi kau biarkan aku sendiri dalam tepian rindu

Bukankah malam ini kamu yang meminta
melumat bibirmu lembut
mendekap tubuhmu hangat
terus menanti malam tak ada rasa itu

Bukankah malam ini kamu yang meminta
menemani tidurmu dalam kesendirian
menatap langit tanpa bintang
kesepian itu terus mendera

Bukankah malam ini kamu yang meminta datang
aku menunggu , tetap menunggu kau datang
walau ditepi kerinduan tak ada lagi tempat bersandar
aku tetap menunggumu datang


Tidak Sekedar

Aku tak sekedar berlinang air mata ketika rindu
Aku tak sededar bersesak dada ketika kau jauh
Aku tak sekedar hampa ketika kau tak disisi

Lewat rembulan malam,
Lewat pelanggi jingga,
Lewat awan putih

Semua aku aku bisikan agar kau
dapat mendengar rinduku
yang membuncah

Bertahan tak berlinang air mata
Bertahan tak sesak didada
Bertahan tak hampa

Mana mungkin bisa
Hatiku telah terpatri
untukmu kekasihku

Menunggu lewat fajar pagi
Menunggu lewat senja
Menunggu lewat malam

Aku akan tetap berada dalam rindumu
Aku tetap berada dalam hatimu
Karena kutempatkan kau direlung hati paling dalam

Rabu, 07 Januari 2015

Mencintaimu

Aku mencintaimu lewat hati
Bukan hanya sekedar ilusi
Walau tangis ini tak lagi berperi
Aku tetap lawan cinta hati

Perlahan, aku mulai sadar
Diriku bulah lagi radar
Dimana ada rasa hambar
Karena bagimu aku tak layak bersandar

Aku mencintiamu lewat naluri
Mencari dalam tatap sepi
Tidak ada yang tersebunyi
aku terus berlalri

Mengejar cinta tanpa pernah pergi
Pergi ringkih dari diri
Tertatih terus sambil berlari
Mencari cinta lewat hati

Naluriku ada untuk itu
Dan cintaku tetap ada
Bersama hati aku akan hadir
Menemuimu lewat hati

Selasa, 06 Januari 2015

Embun

Sayangnya embun pagi itu tak pernah ada
Di tepi dedaunan yang membutuhkan
Walau aku tahu mentari malu menapakan wajah
Seperti enggan menyapa tanpa ada rasa
Terhempas oleh butiran bening
Kering kerontang tak ada lagi nyawa

Terus meronta tak ada guna
Candu embun tak lagi mampu
Membuai rindu penuh dengan  ragu
Terus mendekap hangat
Lengan mulai melemah
Melepas rindu satu persatu

Berharap embun datang
Dengan bening tanpa noda
Bersandar ditengah angin bergejolak
Akankah embun bening akan datang

Biar tak lagi kerontang
Biar tak lagi haus akan rindu
Lepas dan pasrah lewat titian waktu
Mencari dan mencari ...
Menunggu tetap embun kembali
Membawa sejuta rindu dalam bening