Rabu, 05 Maret 2014

Janji

Bukankah malam ini kau berjanji
Berjanji menemuiku walau itu hanya dalam mimpi
Rembulan terus beranjak mengitari malam
Kau tak pernah datang walau hanya sesaat

Akankah aku tangisi janji yang terucap
Lewat hembusan angin malam
Mungkinkah angin malam berbohong
Menyapaikan pesan yang kau beri

Kapal Terakhir



Siang hampir berakhir ketika rangkaian kata ini aku susun
Satu persatu jari – jemariku menyusun kata yang akan ku ungkap
Untukmu yang begitu sempurna dimataku
Lewat  sebuah khayal kuhadirkan bayangmu nyata
Lewat sebuah ilusi aku lukiskan dirimu ada
Semua aku lakukan agar kau hadir walau itu hanya semu

Perlahan jemariku terus menguntai
Satu persatu mulai teruai indah
Lewat sebuah kata ingin aku ungkapkan
Dalam hadirmu yang hanya sebuah bayang
Dan sebuah angan , mungkin kah ?
Mungkinkah ? tanyaku dalam sebuah hati
Mungkin kau kau akan rangkai hati yang telah hancur
Hancur dalam sebuah gelombang kehidupan
Dikikis oleh derasnya gelombang
Terhempas oleh dasyatnya ombak

Aku terus bertanya ??
Akankan kau tetap berjuang untukku
Melewati hari tanpa batas kelelahan
Bercucur keringat penuh dengan derita
Hingga kepala memutih , aku akan menunggumu
menjadi nyata dalam hidupku

Akankah kau yakin
Meniti hari, menggapai mimpi bersamaku
Lewat dua dermaga persinggahan
Hingga aku kau jadikan dermaga terakhirmu
Dan ku doaku dalam senja
“ kamulah kapal terakhir yang singgah di dermaga hatiku”
Dan akan aku wujudkan dalam alam nyata
Kalau kau benar – benar ada walau senja
hampir  beranjak…

Jangan Tatap Mataku

Aku mohon jangan tatap mataku
Aku takut tatapanmu
Aku takut aku jatuh cinta kepadamu
Aku takut bertemu dengan bola matamu 
Karena ketika kau tatap mataku
Jantungku berdebar
Dan gelisah melanda jiwa 

Karena jika kau tatap mataku
Ada bias kerinduan dar sinar mataku
Ada binar - binar cinta dalam hatiku
Yang telah aku tutup dengan kain derita
Di dalam matamu kutemui
Binar - binar itu terus menyala
Membawa sebuah cerita
Aku takut tidak bisa memberikan
Semua cerita indah itu untukmu
Semua penuh dengan luka

Aku mohon jangan tatap mataku
Aku takut , takut mencintaimu
Takut tidak bisa melepaskan diri dari cintamu
dan rindu yang aku punya


Dalam Diam

Dalam diam terbayang wajahmu 
Dalam tangis penuh dengan rindu 
Dalam sedih ada cinta kepadamu 
Dalam gelap aku yakin rinduku menggebu 

Terus terdiam tiada jeda
Terus menangis menahan rindu 
Terus bersedih karena mencinta
Tumpah rindu dalam sendu

Mencoba teriak 
Teriak dan teriak hingga tak ada lagi suara 
Masihkah kau dengar teriakan rindu ku 
Walau tak ada lagi suara menghentak 

Rindu berbunga butiran bening sudut mata 
Cinta berbuah sesak menghantam dada 
lalu  menyemai dalam hati 
kemudian berbunga linangan butiran bening tanpa henti 

Dalam diam memcoba bertahan 
Hingga rindu tak lagi berbunga butiran bening 
dan cinta tak berbuah sesak menghentak 
yang ada bebunga dan berbuah bahagia 

Mungkinkah 
Akan aku dapatkan 
berbunga dan berbuah bahagia 
dalam diam membayangkanmu.