Siang hampir berakhir ketika rangkaian kata ini aku susun
Satu persatu jari – jemariku menyusun kata yang akan ku
ungkap
Untukmu yang begitu sempurna dimataku
Lewat sebuah
khayal kuhadirkan bayangmu nyata
Lewat sebuah ilusi aku lukiskan dirimu ada
Semua aku lakukan agar kau hadir walau itu hanya semu
Perlahan jemariku terus menguntai
Satu persatu mulai teruai indah
Lewat sebuah kata ingin aku ungkapkan
Dalam hadirmu yang hanya sebuah bayang
Dan sebuah angan , mungkin kah ?
Mungkinkah ? tanyaku dalam sebuah hati
Mungkin kau kau akan rangkai hati yang telah hancur
Hancur dalam sebuah gelombang kehidupan
Dikikis oleh derasnya gelombang
Terhempas oleh dasyatnya ombak
Aku terus bertanya ??
Akankan kau tetap berjuang untukku
Melewati hari tanpa batas kelelahan
Bercucur keringat penuh dengan derita
Hingga kepala memutih , aku akan menunggumu
menjadi nyata dalam hidupku
Akankah kau yakin
Meniti hari, menggapai mimpi bersamaku
Lewat dua dermaga persinggahan
Hingga aku kau jadikan dermaga terakhirmu
Dan ku doaku dalam senja
“ kamulah kapal terakhir yang singgah di dermaga hatiku”
Dan akan aku wujudkan dalam alam nyata
Kalau kau benar – benar ada walau senja
hampir beranjak…