Senin, 18 Agustus 2014

Aku Disini

Uda,,,,,, senja telah beranjak ketika aku katakan itu
Mengapa tak ada lagi  luka dan sedih dari rautku
Karena aku belajar ikhlas melepasmu
Agar kau lebih bahagia dengannya

Uda,,,,, patamorgana di ujung senja tetap ku tatap
Karena aku tahu kau tak bahagia bersamaku
Maka aku katakan pada patamorgana senja
Aku iklhas melepasmu

Uda,,,,, jangan lagi kau pandangi aku
Jangan lagi kau lihat kurcaci kecilmu
Agar lukaku tak menyayat hati
Yang semakin membuatku lantak

Uda,,,, memang bukan perempuan baik
Bukan seperti gadis - gadismu yang kamu anggap baik
Yang kau anggap sempurna
Aku hanya perempuan tak sempurna

Uda,,,, aku akan tetap disini
Tetap menunggumu
Karena cintaku adalah milikimu
Walau kau telah tinggalkan aku ...

Di Persimpangan

Aku masih menunggumu di persimpangan ini
Tetap berharap bayang mu  datang menemui aku
Aku tertap berdiri dan terdiam seribu kata
Hatiku masih yakin bahwa kau akan datang

Aku masih menunggumu di pesimpangan ini
Tapi bayangmu tak juga hadir di tengan terik
Aku tetap berada disini , dan tetap menunggu
Aku yakinkan hatiku bahwa kamu akan datang

Aku masih menunggumu di persimpangan ini
Terik sudah tak lagi tersisa, membawa bayangmu
Aku tetap berada disini, tanpa lelah
Tetap meyakinkan hati bahwa kau akan datang

Aku masih menunggu di pesimpangan ini
Senja hampir menemui peraduan malam
Bayangmu tidak juga hadir
Aku mulai lelah

Aku masih menunggumu di persimpangan ini
Malam telah bercengkrama dengan bulan dan bintang
Langitpun mulai gelap gulita
Sekarang yakinkan hatiku untuk pergi dari persimpangan itu

dan meninggalkanmu jauh dari dunia ini


Rabu, 07 Mei 2014

Siang

Siang menapak senja,
melewati batas fatamorgana,
menemui dengan cinta

tenyata senja menapak
tanpa melewati siang
aku lelah , aku bimbang

akankah kau tetap bertahan
menungguku dengan senang
aku ragu dan bimbang

Apakah kau tetap bertahan
menungguku hingga senja menjelang
aku terus bertanya dalam hati

Senja terus beranjak
aku semakin sesak
kau tak pernah datang
sampai kau sebak











Andai

Andai kau tak lagi mau bersinar untukku
andai  kau tak lagi mau memberikan rasa hangat untukku
andai kau tak lagi mendekapku hangat
andai kau tak lagi mau datang menemui aku
andai kau tak lagi mau melewati jalan kenangan itu
andai kau tak lagi mau menatap mataku syahdu
andai kau tak lagi mau mengandeng tanganku
andai kau tak lagi mau mengecup bibirku
andai kau tak mau lagi kau berada di sisiku
Ah ....andai itu tidak terjadi
karena aku sangat mencintaimu

Rinduku

Aku rangkai huruf demi huruf menjadi kata
Kurangkai  kata demi kata menjadi kalimat.
Kalimat yang aku susun untuk ungkapan rasa rinduku padamu.
Kata telah kususun menjadi kalimat kerinduan.
Kuhantar pada sebuah keranjang yang berisikan hiasan kerinduan
Hingga kau tak sanggup lagi menampung kerinduan hati yang terdalam.

Keranjang penuh dengan bunga kerinduan
Kuhantar penuh dengan senyuman
Agar dirimu tahu bahwa rinduku tidaklah semu
Aku rindu padamu saat ini

Rangkaian kata rinduku sudah penuh tersusun dalam keranjang
Kuurai satu persatu bunga rinduku padamu
Hingga rinduku tidak dapat lagi berada dalam keranjang
Kuurai terus aku urai hingga kau rasakan betapa rinduku nyata

Rangkai makin indah bersama rinduku
Aku hantarkan lewat  hati malam ini
Agar kamu tahu rinduku begitu menggebu
Tunggu aku hantar keranjang rinduku untukmu
Karena rinduku menggebu

Kini rangkaian rindu itu akan ku hantar


Di Ujung Kalbu

Rindu di ujung kalbu,
Menanti hadirmu semu.
Andai kau bukan mimpi
Akan aku bawa menuju indahnya pelangi.
Tapi kau hanya mimpi
Indahnya pelangi tak dapat aku bagi karna kau hanyalah ilusi
Yang  tidak pasti.
Jadi aku hanya menunggu rindu dengan sendu 
Tanpa senyum berlaku
Biarlah kan bawa indahnya pelangi hanya dalam mimpi.
Sampai bisa kau ku jadikan nyata 
Dan dapat aku bagi indahnya pelangi bersamamu
Berurai warna indah 
Bertabur kecup mesra 
Bertabur bunga rindu 
Hingga pelangi dapat kita lewati 
Aku ingin dekapmu malam ini 
Agar rinduku tak berada di ujung kalbu
 
 
 

Malam

Malam  telah datang akan tetapi tidak aku  jawab sapanya
Karena aku takut malam tidak   membawamu serta.
Malam tetap menyapa dengan lembut sapanya 

''Pujaanmu takkan datang menemuimu,
dia gelisah dngan kerinduannya''.
Aku katakan  pada rembulan melalui malam, 

''Aku juga gelisah karna merindukanmu.''
Lihatlah ke angkasa kelam ,

Disana telah aku tulis kerinduanku padamu.
Melalui awan , agar kau dapat membacanya 
Bahwa rinduku tidak sekedar datang
Aku ingin malam menyapaku 
Membawa serta dirimu dalam kegelapan malam 
Bertemu dan bercumbu lewat mimpi 
Hingga tak kudapati lagi kesedihan 
Aku bertanya pada malam 
Dapatkah kau bawa serta pujaan hatiku 
Kedalam pelukku saat ini 
Aku merindukannya
 

Dapatkah

Dapatkah  bayangamu tidak bermain di mataku,
Agar aku tidak bermimpi tentangmu.
Dapatkah hatimu tidak kau letakkan di palung hatimu yang paling dalam,
Agar aku bisa menggapai hatimu.
Dapatka kau  menatapku sebagai orang yang kau sayang
Agar aku dapat membalas tatapmu kembali
Dapatkah  kau peluk aku dalam alam nyata
Agar aku dapat membalas pelukmu hangatmu
Dapatkah semua kau ceritakan tentang hatiku
Agar aku dapat tetap mencintaimu
Selama hatiku dapat berada dilam hatimu
Aku akan selalu dan selalu ada dalam palung hatimu

Hati ini

Hati ini terus bercerita tentang indahmu
Indah hari yang aku lewati bersamamu 

Hati ini terus bercerita tentang dirimu
Dirimu yang selalu ada dalam mimpiku

Hati ini terus bercerita tetang matamu
Matamu yang selalu menatapmu syahdu

Hati ini terus bercerita tentang bibirmu
Bibirmu yang dapat mengecupku lebut

Hati ini terus bercerita tentang tubuhmu
Tubuhmu yang memelukku erat 

Hati ini terus bercerita tentang indahnya kau dan aku
Melewati waktu yang indah 

Betapa hati ini ingin selalu bercerita tentangmu
Mengingat tentang indahnya bersamamu

Menjalani hari, melewati waktu , dan meniti malam
Bersama dirimu

Hati ini terus bercerita
Hanya bercerita tentangmu

Tentang Indahmu
Dan tentang rasa rinduku

Hati ini tetap bercerita mengurai kata tentangmu


Rinduku

Aku tanam rindu dalam hatiku
Rindu untuk dirimu, rindu untuk kasihmu
Terus aku pupuk , dan tumbuh begitu lebat
Berbatang , beranting, berdaun , dan berbunga indah

Bahagia rasa itu ada, hingga aku tak bisa rasakan lagi
Rindu itu tumbuh, dan layu , kemudian mati
Tangisku tak terhenti, bulir -bulir itu mengalir deras
Hingga sesak menghantamku

Rindu yang aku tanam kini mati
Mati , mati karena keadaan
Tangisku tetap tak henti
Aku seperti peri tak bertongkat

Tongkatku tak bisa mengubah rindu
Rindu yang aku punya untukmu
Rindu yang aku tanam untukmu
Aku hanya pasrah

Pasrah kapan kau rangkuh rinduku
Kapan rindu itu tumbuh
Dan berbunga kembali
Aku menunggu rindu itu ..



Rabu, 05 Maret 2014

Janji

Bukankah malam ini kau berjanji
Berjanji menemuiku walau itu hanya dalam mimpi
Rembulan terus beranjak mengitari malam
Kau tak pernah datang walau hanya sesaat

Akankah aku tangisi janji yang terucap
Lewat hembusan angin malam
Mungkinkah angin malam berbohong
Menyapaikan pesan yang kau beri

Kapal Terakhir



Siang hampir berakhir ketika rangkaian kata ini aku susun
Satu persatu jari – jemariku menyusun kata yang akan ku ungkap
Untukmu yang begitu sempurna dimataku
Lewat  sebuah khayal kuhadirkan bayangmu nyata
Lewat sebuah ilusi aku lukiskan dirimu ada
Semua aku lakukan agar kau hadir walau itu hanya semu

Perlahan jemariku terus menguntai
Satu persatu mulai teruai indah
Lewat sebuah kata ingin aku ungkapkan
Dalam hadirmu yang hanya sebuah bayang
Dan sebuah angan , mungkin kah ?
Mungkinkah ? tanyaku dalam sebuah hati
Mungkin kau kau akan rangkai hati yang telah hancur
Hancur dalam sebuah gelombang kehidupan
Dikikis oleh derasnya gelombang
Terhempas oleh dasyatnya ombak

Aku terus bertanya ??
Akankan kau tetap berjuang untukku
Melewati hari tanpa batas kelelahan
Bercucur keringat penuh dengan derita
Hingga kepala memutih , aku akan menunggumu
menjadi nyata dalam hidupku

Akankah kau yakin
Meniti hari, menggapai mimpi bersamaku
Lewat dua dermaga persinggahan
Hingga aku kau jadikan dermaga terakhirmu
Dan ku doaku dalam senja
“ kamulah kapal terakhir yang singgah di dermaga hatiku”
Dan akan aku wujudkan dalam alam nyata
Kalau kau benar – benar ada walau senja
hampir  beranjak…

Jangan Tatap Mataku

Aku mohon jangan tatap mataku
Aku takut tatapanmu
Aku takut aku jatuh cinta kepadamu
Aku takut bertemu dengan bola matamu 
Karena ketika kau tatap mataku
Jantungku berdebar
Dan gelisah melanda jiwa 

Karena jika kau tatap mataku
Ada bias kerinduan dar sinar mataku
Ada binar - binar cinta dalam hatiku
Yang telah aku tutup dengan kain derita
Di dalam matamu kutemui
Binar - binar itu terus menyala
Membawa sebuah cerita
Aku takut tidak bisa memberikan
Semua cerita indah itu untukmu
Semua penuh dengan luka

Aku mohon jangan tatap mataku
Aku takut , takut mencintaimu
Takut tidak bisa melepaskan diri dari cintamu
dan rindu yang aku punya


Dalam Diam

Dalam diam terbayang wajahmu 
Dalam tangis penuh dengan rindu 
Dalam sedih ada cinta kepadamu 
Dalam gelap aku yakin rinduku menggebu 

Terus terdiam tiada jeda
Terus menangis menahan rindu 
Terus bersedih karena mencinta
Tumpah rindu dalam sendu

Mencoba teriak 
Teriak dan teriak hingga tak ada lagi suara 
Masihkah kau dengar teriakan rindu ku 
Walau tak ada lagi suara menghentak 

Rindu berbunga butiran bening sudut mata 
Cinta berbuah sesak menghantam dada 
lalu  menyemai dalam hati 
kemudian berbunga linangan butiran bening tanpa henti 

Dalam diam memcoba bertahan 
Hingga rindu tak lagi berbunga butiran bening 
dan cinta tak berbuah sesak menghentak 
yang ada bebunga dan berbuah bahagia 

Mungkinkah 
Akan aku dapatkan 
berbunga dan berbuah bahagia 
dalam diam membayangkanmu.



Selasa, 25 Februari 2014

Kasih

Kasih.....
yakinlah kau selalu ada dalam hatiku.
Yakinlah kita kan selalu bersama meniti hari.
Walau jiwaku tak bisa menyatu dengan jiwamu.

Kasih.....
separuh nafasku  berhembus untukmu.
Sekeping rasa cintaku ku buatmu .
yakinlah ku tak akan berpaling dari cintamu.

Kasih.....
Janganlah ragu akan hal itu.
Dalam setiap rasa cinta dan sayang

yang ku punya hanya untukmu.
Dalam setiap denyut nadiku hanya kau namamu 

yang mengalir melewati aliran darahku.
Setialah menemani dalam setiap langkahku.


Kasih ...
Aku Mencintaimu
 

Kamis, 13 Februari 2014

Malam

Malam ....
Apa orang yang aku kasihi baik - baik saja
Aku tak dapat menggapainya, aku tak dapat menyetuhnya

Malam ...
Coba tanyakan pada hembusan angin ,
apakah kekasih hatiku sedang menungguku
sama dengan aku menunggu di tepian rindu

Malam.....
aku rindu suara kekasih hatiku,
lembutnya membias gema ruang hatiku
betapa ingin aku dengar suaranya
bergema di telingaku

Malam ...
resahku meremas jantungku
hingga aku takut dengan keadaan dirinya
aku rindu suara kekasih hatiku malam ini

Malam.....
Aku berharap kekasih hatiku
tidur dalam tenang, hingga pagi menjelang

Malam ....
Bisikan pada kekasih hatiku
bahwa aku rindu suaranya malam ini

Senin, 03 Februari 2014

Semu

Andai kamu tahu hatiku saat ini, ingin rasanya aku berada didekapmu hingga fajar datang. meniti hari, menapak rindu, terdapar di hatimu, di terjang gelombang, dihempas badai, hati tetap ingin berada di beranda hatimu walau aku tahu itu semu.
 
Kau isi hatiku dengan kasih sayangmu, kau bawa aku kedalam alam cintamu, kau terbangkan aku hingga aku lupa dengan sayap2 patahku ...
Aku jatuh cinta tanpa pernah aku sadari ..

Rinduku Tergantung



Saat aku rangkai kata ini
Rinduku menggebu, berharap kau ada di sisi
Menghapus peluhku dalam sepi
Mengenggam jemariku dengan melodi

Terus bergantung dalam rindu
Mengharap kau datang dalam syahdu
Rinduku menggebu penuh haru
Menatap matamu sendu aku malu

Terus beranjak menahan rindu
Tak pernah lelah menantimu
Walau aku tahu rinduku
Tidak hanya milikmu

Rindu  tetap bergantung
Dalam mata berkabut
Tetap menanti datang
Walau hanya sebatas peluk hangat

Rinduku tergantung

Selasa, 14 Januari 2014

Gadis Kecil Itu

          Aku bertemu mata pada saat masuk ruang seminar, di salahsatu Rumah Sakit di Jakarta. Aku masih berfikir " siapa gadis ini , mungkin usianya tidak beda dengan anak pertamaku, tapi untuk apa dia mengikuti acara ini, sendiri tanpa pendamping. Setelah sekian jam acara berjalan dengan tema " Kanker Pada Servik". tiba - tiba gadis yang bertemu mata saat masuk ruang seminar tadi telah duduk di sampingku, sambil berkata " tante, apa aku boleh bertanya dan bercerita pada tante, karena aku melihat tante sangat antusias dengan semua ini. Aku anggukan kepalaku dan aku raih tangannya. Dan seketika itu kulihat butiran bening mulai membanjiri kelopak matanya, ku dekap agar bening di kelopak matanya tak lagi runtuh. 
        Kudekap lebih erat lagi gadis kecil ini, " kubayangkan wajah anakku dalam dekapan itu. Tante " katanya kepadaku, apa aku boleh bercerita pada tante? Boleh, anggukku. Tante , Namaku Cinta, usiaku baru 16 , kemarin aku telah tes IVA dan Papsmear, hasilnya aku dinyatakan kanker tante, kanker mulut rahim, tapi aku belum tahu stadium berapa ? Disini dahiku berkerut  dan penuh tanda tanya ? Apakah gadis ini telah menikah ,Aku bertanya kembali padanya " apa ini semua telah kamu ceritakan pada ibu kamu? Gadis itu menggelengkan kepada seraya berkata " aku takut tante, kenapa harus takut , katakan pada orang terdekatmu. dan katakan bahwa kamu harus ke dokter , kamu masih muda sayang .
             Dengan lancar dia bercerita padaku, bahwa dia telah melakukan sex bebas dengan kawan lelakinya hampir setahun rutin, di sinilah aku baru tahu, ternyata sex bebas yang gadis kecil ini lakukan telah mengambil kebahagiaan masa remajanya. " Air mata ku berlinang , makin aku dekap  gadis kecil itu. Dia  gadis kecil kelas 1 SMA usia 16 tahun,  yang tidak dia ketahui tentang sex bebas yang telah membuatnya sakit,  dia  takut berkata jujur kepada orang tuanya. 
             Hari semakin sore ketika gadis kecil itu aku antar untuk menemui orang tuanya, sesampainya di rumah mungil itu, aku disambut oleh kedua orang tuanya, dan aku bicara perlahan , sempat aku lihat shock dari kedua mata orang tua itu, tapi lebih aku sarankan lebih baik melupakan yang sudah terjadi. Dan kini harus lebih fokus terhadap anak gadisnya yang manis. 
               Selamat malam Cinta, semoga Cinta mau tante temui kembali di hari yang berbeda, dan kita dapat pelajaran ini Cinta. Tante akan selalu ada untuk Cinta, apabila Cinta butuh. Dan terakhir dekap hangat tante dari jauh ...