Jumat, 31 Agustus 2012

Jose

Jose, apa kamu tahu derita anakkku kini
seperti murai tak berkicau, seperti angin tak berhembus
tiada angan untuk berkembang menanyakanmu dalam bimbang

Jose, masihkah kau mempunyai benak untuk berfikir
gadis kecil dalam pasungan rindu
tak tahu dosa yang pernah ada hanya tahu apa itu janji

Jose , hari semakin penuh dengan dustamu
mata tak pernah terpejam menantimu
napas hampir terhenti merindukanmu

Jose, kalau bukan karena rindu terpendam
gadis kecilku akan berkicau seperti murai
dan berhembus seperti angin memberi kesejukan ...

Jose, kau memang bukan manusia yang mempunyai otak
telah kau luluhkan aku ,kau campakan , kau bilang aku pelacur
tapi aku tak mau tahu

Jose, kupikir dengan ini aku bisa berkata ...
bahwa kau manusia paling suci di dunia ...
karena kau katakan aku manusia paling nista

Jose, tak kubalas demi anakku ....
kau lah lelaki paling hebat dimana
murai kecilku

Jose, Rindu murai kecilku
kalah dengan rindu pelacur jalanmu
selamat menempuh hidup baru ...



Kamis, 30 Agustus 2012

Arti Cinta Sebenarnya


Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya
Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebenarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa
Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Bukan ,aku yang di cintai
Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati
Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku
Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya.

Tahun Ke-8


30 Agustus 2012
Ini adalah tahun ke Delapan  kita bersama walau harus terputus
Menanti berlabuhnya asa di satu biduk cinta terindah
Terombang ambing di tengah lautan luas nan ganas
Berteman satu dayung dan satu tekad
Untungnya…
Perahu ini tetap kokoh seperti mula
Meski ombak tak henti menerjang
Meski pasang sering menenggelamkan harapan
Engkau tetap percaya, engkau tetap mengerti
Engkau tetap menanti
Tak ingin kembali, tak ingin berhenti
Engkau terus ingin bersamaku hingga ke tepi
Di pelabuhan terindah
Bersama cinta dan rindu yang kita punya
Tanpa memandang apa, siapa, tapi bagaimana
Ini adalah tahun ke Delapan  kita bersama walau tak pernah satu
Penantian tanpa letih, kesabaran diuji
Di saat satu persatu cinta dua insan biasanya t’lah mati
Engkau tetap disini, tak sedikitpun isyaratkan letih
Percayalah…
Ketulusanmu takkan pernah terganti
Keyakinan dan harapanmu kan terwujud abadi
Sebab kita berjanji bukan sekedar bermimpi
Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati
Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajarai aku tentang cinta
Yang mengajari akau tentang kebencian
Yang mengajariku tentang arti hidup..


Menunggumu



Andai masih ada hati untukku
Andai masih ada cinta dihatimu untukku
Andai masih punya kata cinta untukku
Andai semua tak berandai- andai

Aku masih menunggumu disini
Aku masih menantimu
Aku masih mencintaimu
Aku masih sayang padamu

Andai semua tak berandai- andai
Aku selalu dan akan selalu mencintaimu
Aku selalu akan selalu menyanyangimu
Walau sakit hati yang akan aku terima

Andai semua tak berandai – andai
Tatap mataku kembali
Rengkuh hatiku kembali
Lihat aku dalam dekapmu
Rasakan betapa masih ada cinta yang aku punya 

Aku Tak Ingin Buatmu Luka


Jangan tatap mataku
Jangan pandangi aku seperti itu
Aku tak akan sanggup kau tatap
Hatiku terluka saat ini
Aku tak ingin punya cinta lagi
Walau aku tahu ada debar di hatiku
Saat kau genggam jemariku
Aku tak ingin melihatmu terluka
Karena aku tidak seperti yang kau damba
Relung hatiku penuh luka menganga
Jangan kau basuh dengan cinta tanpa kepastian

Oh .. betapa aku mencintaimu dalam hati
Lukaku belumlah sembuh
Untuk berkata bahwa aku mencintaimu
Biarlah semua berlalu  dengan perasaan
Jemariku tak cukup kuat untuk mengapai
Hatiku tak cukup tegar untuk berdusta
Masih ada cinta yang penuh luka untuknya
Walau aku tahu aku akan tersiksa

Jangan tatap aku seperti itu lagi
Biarlah hanya hatiku yang merasakan
Debar yang tak menentu

Biar....
Biar...
Biar hanya aku yang menatapmu
Biar hanya aku yang terluka
Karena semua itu butuh kata tak terucap

Mimpi


Rinduku menyeruak hati
Adakah engkau disana
Adakah kau punya rindu untuk aku
Aku rindu sapamu
Aku rindu kalimah yang kau ucap
Mimpiku takan nyata
Kau tak lagi bersama mimipi- mimpiku
Aku sepi dalam kesendirian
Aku ragu dalam kebimbangan
Sadar aku bukan untukmu Semua hanya mimpi yang tak pasti
Semua hanya senja beranjak malam
Tetapi aku akan tetap merindukanmu
Walau itu hanya mimpi dalam mimpi
Jadikan aku kekasih dalam khayalmu
Agar aku selalu bersamamu
dan rinduku tak terbuang hampa
Cintain aku dalam mimpimu 

Rabu, 29 Agustus 2012

Rinduku



Hati ku hampa tanpa bertemu  dengan mu,
Bayangmu datang walau sesaat waktu yang kupunya
Tidak ada kata, tidak ada senyum, tidak ada sapa
Hanya diam membisu

Oh.. jangan
Jangan kau lukai hatiku lagi...
Hatiku tak cukup kuat untuk terluka
Karena sebuah cerita dusta
Tanpa ada kata- kata indah

Aku rindu...
Katakan bahwa kau rindu padaku
Agar aku dapat merasakan rindu itu ada
Walau sesaat ...

Binar mataku tak dapat bersembunyi
Walau aku tau  rindu itu bukan untukku
Aku masih bahagia
Ada kata rindu dari bibirmu

Akankah ku toreh pelanggi dihatimu
Akankah ku hembuskan angin rindu di telingamu
Agar ada rasa rindu itu di hatimu


Resahku


                                                                                          Jakarta,    Agustus 2004

Lelah bola mataku melewati malam, menanti pagi
Mengharap hadirmu di pagi biru, dengan penuh harap tiada arti
Pagipun beranjak menuju siang, siang enggan beranjak
Menuju senja karena disini aku menunggu sebak

Menghitung jari tanpa henti, lupa akan gundah sesaat
Aku terus menunggu semut aspal berlalu membawamu cepat
Tapi tak datang hadirmu menghapiri, aku penat
Aku resah, aku menangis , kamu berkelit

Kemana akan ku bawa resahku mencarimu
Jejakmu hilang bak debu di hempas angin berlalu
Tak tersisa jejakmu untuk aku telusuri mencari rindu
Aku bisikan pada angin kemana jejakmu

Cahaya pagi yang ku tunggu karena sinarmu memberiku
Sedikit cerita yang dapat ku dengar darimu
Ada suka, ada duka, semua terkisah  dari bibirmu
Yang mungkin mengalir deras tanpa rasa mengganggu

Akhirnya aku berlalu tanpa bisa menunggumu
Mengharap bayang diri  menemuiku
Gelisah tetap bergantung dibenakku
Dimana kamu berada aku jemu ......

Kereta

Di, aku rindu kita berjalan di tepian rel ...
menapaki jalan yang entah kapan berubah ....
sepanjang jalan aku berceloteh ...
sepanjang jalan kau katakan aku " bawel "

Di, aku rindu menaikin kereta itu ...
penuh sesak dengan berbagai aroma ...
dari aroma yang mau ku muntahkan
sampai aroma harum yang membuatku tertidur ...

Di, aku rindu duduk dalam kereta di hadapanmu
memandangi wajahmu, dan melihat senyum manismu
dengan malu kau pandang aku kembali ...
kemudian kita senyum bersama ...

Di, apa kau ingat dengan semua itu ...
kereta yang kita naiki penuh sesak ...
tepian rel yang kita lalui penuh karat
entah kapan itu akan terulang ....

Di, kereta diesel kuning ...
itu telah membuat aku merindukanmu
membuat aku tahu berjuang untuk naik kereta
tapi aku bahagia karena kamu disisiku ...


Selasa, 28 Agustus 2012

Di

Di, hari telah senja ....
apakah masih ada dirimu disana ....
menatapi langit yang hampir jingga ...
menungguku datang ....

Di, senja semakin turun ...
menatapi malam yang akan datang ...
bertanya apakah aku akan hilang ...
bersamaan jingga senja

Di, apa kau sanggup menungguku
datang bersamaan dengan jingga senja ...
dan pergi bersamaan embun pagi ...
yang hilang kala mentari bersinar

Di, aku yakin kamu sanggup menungguku
menunggu ... menunggu.... dan terus menungguku
walau aku tahu sedikit jenuh tanpa ragu
mengusir senja tanpa malu

Di, kupastikan aku datang...
tunggu aku ...
meski jingga dan embun pagi hampir lenyap
tak ingin melihatku lagi ....

Di, tunggu aku ....


Rasa Rindu

Di, malam telah larut....
tapi mengapa bayangmu selalu menghiasi kelopak mataku ,
hingga lamunku tak bertepi, ditepian mimpi wajahmu tetap ada,
walau itu semua semu ....

Di, malam hampir mengoyak fajar....
mengapa bayangmu tetap bermain di dalam benakku,
aku halau dari kandang mimpiku,
pergi.....pergi.......pergi.....tapi aku tak sanggup Di, menghalau bayangmu dari mimpiku

Di, pernahkah kau tahu ....
sebesar itu rasa rinduku , hingga peluhku berbutir salju
rinduku tak butuh waktu untuk bertemu....
cukup bayang semu bermain di khayalku ...

Di, fajar telah ada di ufuk timur.....
tapi bayangmu, tak mau beranjak untuk pergi ....
aku juga tak mampu menghalau bayangmu dari kandang mimpiku...
aku biarkan bayangmu merobek - robek mimpiku

Di, mungkin kamu berfikir aku sanggup....
aku sanggup berdiri di kakiku...
tanpa dirimu kini mungkin aku takan sanggup
menapaki hari penuh kerikil batu ...

Di, kamu tidak pernah tahu ...
bayangmu tetap setia bermain di dinding mataku ...
walau aku coba untuk menghalau...
tapi aku tetap ingin kau ada di sini ...

karena aku mencintaimu ....