Kamis, 21 Juni 2012

Matahariku


Tetaplah menjadi matahari ku
Yang memberikan cahaya cinta padaku
Yang memberi rasa syahdu pada  rinduku
Yang memberi keindahan dalam titik hujan mimpiku
Menjadi pelangi berwarna dalam hidupku
Tetaplah menjadi apa yang di ciptakan untuk diriku
Agar semua berjalan sempurna
Tanpa ada rasa asa
Sinari cintaku dengan sinar mentari pagimu
Memberikan cahaya warna pada embun pagi yang jernih
Membawa rasa hangat pada sisa malam
Betapa ingin kurasakan sinarmu secerah siang
Tanpa ada penghalang dalam sinarmu
Redupkan sinarmu
Takala hati  kering kerontang
Berikan setitik air  pelepas dahaga
Agar warnamu lebih bermakna
Dalam cinta yang abadi
Seperti matahari yang selalu
Menyinari bumi
Dalam kegelapan, pantulmu
Begitu berarti dalam cintaku
Matahari pagiku
Kurindu kehangatanmu

Rabu, 20 Juni 2012

Sepenggal Waktu



Tak terasa,
Telah jauh langkahku
Meniti langkah menggapaimu sadarku mencintaimu

Tak terasa,
Mengukir hari
Menapaki jejak asa
Tetes keringat telah menguap
Renungku merindukanmu

Tak terasa,
Tak ada kelelahan yang tersisa
Namun ku coba menggapai hatimu
Hingga peluhku memerah

Tak terasa
Hanya sepenggal waktu bersamamu
Walau tak pernaku rasa bahagia

Tak terasa
Hanya satu asa kudapat
Sepenggal waktu bersamamu
Membawaku  ke penderitaan

Tak terasa
Sepenggal waktu bersamamu
Telah terburai dari mimpi
Aku kecewa

Selasa, 19 Juni 2012

Cerita Sedih


19 September 2009, begitu indah tatap matamu, begitu mempesonanya kamu dimataku, kuredam, semua bisa kuredam. Sekeping hatiku telah hancur dan lantak “ itu pikirku dalam lamun” akankah kuhancurkan kembali hati yang telah porak poranda, itu awal aku dapat mengenalmu jauh, awal tak ada rasa yang ada dalam hati , “ sakit hatiku pada seseorang membuat aku mencari sebuah tempat yang dapat mendengar keluh kesahku”. Mungkin aku bukanlah siapa- siapa bagimu, tetapi semakin jauh aku mengenalmu semakin aku sakit dan terluka. Mengapa harus kau buat aku sakit, mengapa harus kau buat aku menderita karena rindu yang tiada bertabib, mengapa kau harus mencintaiku, hingga aku tak tahu akan kemana berdiri dipersimpangan, kearahkan langkah kakiku kekanan maka luka lama akan sakit kembali, kearahkan kakiku kekiri memulai sesuatu yang baru maka aku harus dapat menerima akibat apa dan bagai mana selanjutnya, maniskah? Pahitkah? Atau mungkin tak perna ada rasa karena ini hanya bayang- bayang semu. Kearahkan langkah kakiku kedepan aku terseok membawa penderitaan ini. Berbalik arah kebelakang semua itu sia-sia. “ tatap aku! “ apakah kau sanggup merajut hari denganku? Sebelum kau rajut hari denganku bantu aku merajut benang- benang yang telah terkoyak oleh sebuah dusta. Sanggupkah kau rajut benang-benang itu? Sanggupkah ?
Cinta kadang membutakan semua tapi jangan membuatmu buta dan gila. Aku memang mencintaimu, aku memang menyanyangimu, tapi aku harus sadar siapa aku dan siapa juga kamu. Aku tak ingin membuatmu terluka hanya karena hari yang akan kau rajut dengan ku begitu berliku, berkerikil dan terjal berat kau bawa beban itu nanti, “ kau harus bisa melupakanmu, akupun harus coba untuk melupakanmu. Biarlah kita rajut hari seperti hari – hari sebelumnya. Tunggu…..Tunggu…Tunggu…….aku katakan ini karena aku tak ingin membuatmu terlena dengan patamorgana , patamorgana hanya memberikan semua dengan palsu, pandanglah senja ketika matahari akan terbenam lembayung datang dengan hati yang berbunga, mentari berwarna jingga , hingga akhirnya harus menerima menjadi hitam, kelam dan pekat.
Tangisku, airmataklu, lukaku, aku tak ingin membuat luka baru dihatiku, aku tak ingin membuat  aku kata nantinya “ Jangan tinggalkan aku “ sekarang biarlah, sebelum terluka, sebelum kau terlena dan sebelum aku benar- benar jatuh cinta dan sebelum semua berakhir dengan duka, kita harus coba hilangkan rasa itu, biarlah kita pilih persimpangan itu, biarlah harus kita jalani hari- hari itu tanpa aku dan aku tanpa kamu seperti dahulu.
Bukankah? Para pujangga berkata, cinta tak harus memiliki, cinta tak harus ada disisi, cinta tak harus tersakiti, dan cinta tak harus memiliki, cinta harus berkorban. Maka korbankanlah perasaan itu, buatlah orang yang kau kasihi memilih jalan, buatlah orang yang kau sayang menapaki hari dengan hatinya.
Kucoba….akan ku coba…. Seperti aku mencoba melupakan masa – masa yang telah aku lewati, seperti aku, kaupun harus mencoba, mencoba jangan perna ada lagi rasa di hatimu……………………………. Bertahanlah ……bertahanlah ……bertahanlah berdiri dari rindu yang mendera, tegak….tegaklah  tetaplah tegak dari dari buaian kasih, untuk kita tidak saling jatuh cinta lebih jauh…………………… jadikan aku sebagai kekasih dalam mimpi  yang paling kau kasihi, jadikan aku kekasih dalam angan yang paling kau sayang, dan jadikan aku kekasih dalam khayal  tempat berbagi. Biarlah semua akan mengalir seperti dulu

Aku yang tak dapat memilikimu, aku yang tak ingin membuatmu luka.

KEBENCIANKU


Ohhh…..aku telah tersadar
kau, telah buat aku luka, terus kau bohongi aku
hingga rasa muak mengelayut batinku,
hingga ku tumpahkan muakku menjadi muntah tak tertahan
kaulah orang yang paling kubenci saat ini,
kaulah orang yang paling hina dalam padangan mataku,
dan kau juga orang yang paling tidak bertanggung jawab atas dirimu.
Walau kau perna buat aku mabuk kepayang ……

Aku memang bukan apa dan siapa yang seperti kau impikan,
 aku juga bukan apa dan siapa yang perlu  kau cintai,
 aku juga bukan apa dan siapa yang ada dalam dirimu
aku hanya perempuan lemah dan  muak sebenar muak dengan dirimu
aku benci sebenar benci apa yang telah kau buat terhadapku
Merasa bodoh telah jatuh cinta kepadamu,
aku juga merasa tak dapat berfikir untuk hidup
kau pembunuh hati, kau pembunuh jiwa…..kau pembunuh raga dan
 kau pembunuh rasa cinta manusia……

Jangan salahkan aku bila aku membencimu sampai seluruh dunia tahu,
padahal aku pernah mencintaimu sampai seluruh dunia tahu  ….
sebesar itu cintaku padamu, tapi tak pernah kau hargai,
 hingga aku mulai tersadar …..
kalau kau bukan seseorang yang pantas di cinta dan di sayang….
Kau hanya pantas ku campakan ketempat yang paling jauh,
 paling dalam, paling panas dan paling dingin….

Senin, 18 Juni 2012

ANGIN

Aku ingin seperti angin, lepas, bebas
Aku ingin seperti angin yang dapat membelai lebut hatimu
Aku ingin seperti angin menghebuskan hawa kesejukan
Aku ingin seperti angin yang dapat membuatmu tertidur

Jadi biarkan aku berhembus dengan dengan lembut
Agar kau rasakan betapa sejuknya setuhanku pada tububuhmu
Kau terpejam, kau rasakan betapa aku sangat memanjakan dirimu
Teruslah terpejam ….dan teridur

Tiba – tiba besarnya hembusan angin makin bermakna
Tak kurasakan lagi kelembutan, terus berputar tanpa tujuan
Kecang, merobohkan segala asa dan harap dalam diri
Kau yang menanam … kini kau tuai badai itu ….

Bukankah aku perna ada dalam kelembutan
Bukahkah aku pernah ada dalam kesejukan
Bukakah aku pernah ada dalam keheningan
Tapi mengapa kau kau tanam itu

Aku benci…aku benci…aku benci ….
Benci dengan apa yang kau tanam
Kini aku harus melihat porak poranda hatiku
Karena ulah dirimu


Jakarta, 18 Juni 2012

Jumat, 15 Juni 2012

Aku Menunggu


Yah.... hari ini aku tetap ada,
 walau tanpa suara bermakna,
dengarlah suara angin itu maka kan kau rasakan hadirku ....
aku kelu seribu bahasa, hadirku tak guna ada

akan kah aku tetap bercerita pada angin
tentang hatiku yang gundah tanpa hadirmu
akankah ukir rinduku di awan putih
agar kau tahu betapa aku merindukanmu

lewat coretan kata  di angkasa
harapku kau lihat betapa aku sangat merindukanmu
melalui coretan kata di awan putih
agar kau dapat membaca rindu yang ku punya  untukmu

ya…aku tetap ada , aku tetap menunggu
aku selalu ada dan selalu menatap ke anggkasa
adakah kau tulis kata- kata indah untukku
membalas coretan penaku….

Ya…. Aku tetap ada untukmu sampai hari ini