Selasa, 26 Februari 2013

Aku

Aku memang bukan yang terbaik 
Aku memang bukan yang terindah 
Aku memang bukan yang terhebat 
Aku memang bukan yang tercantik 

tapi aku punya rasa yang tidak mereka punya
aku punya hati yang mereka tidak punya 
aku punya cinta yang mereka tidak punya 
aku punya sayang yang mereka tidak punya

Masihkah kau ragukan aku 
Masihkah kau bimbangkan diriku
Masihkah kau bandingkan aku 
Masihkan kau sejajarkan aku 

Dengan mereka , dengan kekasihmu
Dengan teman khayalmu, dengan semua 
teman mimpimu

Aku nyata walau aku bukan yang terbaik 
Aku nyata walau aku bukan yang terindah 
Aku nyata walau bukan yang terhebat 
Aku nyata walau bukan yang tercantik 

Aku tetap disini menunggumu.....
 

Kau Diam Membisu


Hati ku hampa tanpa bertemu  dengan mu,
Bayangmu datang walau sesaat waktu yang kupunya
Tidak ada kata, tidak ada senyum, tidak ada sapa
Hanya diam membisu

Oh.. jangan
Jangan kau lukai hatiku lagi...
Hatiku tak cukup kuat untuk terluka
Karena sebuah cerita dusta
Tanpa ada kata- kata indah

Aku rindu...
Katakan bahwa kau rindu padaku
Agar aku dapat merasakan rindu itu ada
Walau sesaat ...

Binar mataku tak dapat bersembunyi
Walau aku tau  rindu itu bukan untukku
Aku masih bahagia
Ada kata rindu dari bibirmu

Akankah ku toreh pelanggi dihatimu
Akankah ku hembuskan angin rindu di telingamu
Agar ada rasa rindu itu di hatimu
Dan tetap menemui aku

Tak Ada Lagi Kata



Aku tak pernah bermimpi berpisah dengan dirimu
Aku juga tak pernah ingin jauh dari dirimu
Akupun tak punya nyali untuk hidup tanpa dirimu
Tetapi kehendakmu berbeda ...

Tak ada lagi kata sayang
Tak ada lagi kata cinta
Tak ada lagi kata rindu
Tak ada lagi kata mesra terucap dari bibirmu

Apakah aku tak pantas mendapatkan itu semua
Apakah aku tak berhak mendapatkan kata itu
Apakah aku tak bisa memberikan rasa rindu padamu
Apakah memang tak pantas aku mendapatkan kata itu seperti kekasihmu

Mungkin memang tak pantas aku dapatkan itu semua
Mungkin memang tak berhak aku atas semua itu
Aku akan coba mengerti ...

Bayangmu

meniti hari tanpa bayangmu
membuatku lelah berjalan
asa tertinggal
harapan musnah

betapa penting bayangmu
untuk hidupku
walau itu hanya khayal
dan mimpi

pernahkah kau mengerti
betapa berarti bayangmu
untuk diriku
yang layu dan mati

tapi kau tak pernah mengerti
bayangmu begitu egois
menemui asaku
dan mengapai hatiku

aku layu tanpa bayangmu
aku gugur tanpa bayangmu
akankah kau hadir
menemui aku....??

Aku Disini

Lelah lewati hari tanpa harapan
Melingkarin hidup tanpa sudut
Menitikan peluh dengan lelah
Menanti kau memberikan harapan

Peluh bercucuran tanpa henti
Berdiri tegak menatap jalang
Mengaharap kau datang
Membawa sekeranjang harapan

Asaku teriak ...
Datang... Datang..datanglah harapanku
Hanya engkau yang dapat bantu aku lewati hari
Melingkari hari dengan sudut

Dimana ...kau ....labuhkan asaku
Agar aku dapat mendekapnya
Dengan peluh lelah penantian
dan bantu menghapus peluh lelahku

Aku ingin lewati hari bersamamu
hari ini dan nanti ...
karena hanya kau yang mampu menghapus peluhku
dan melingkari hidup dengan sudut

Aku disini dengan peluh bercucuran
tetap menunggumu dan ingin bersamamu
sampai kapan kau ingin
menemui aku ....aku tetap disini


Gelap Siang

Gelapnya siang menenggelamkan aku pada keresahan
Membawa aku dalam lorong waktu yang tak ada arah
Membiarkan buncahan air hujan menerpa wajah
Tak peduli kotor sekalipun menyelimuti tubuh

Walau gelap siang menengelamkan asaku
Aku tetap berada dalam buncahan air mata langit
Yang terus berderai menghilangkan sesak dalam dada
Agar hilang............... hilang................hilang  dan kembali terang

Menatap lembutnya awan yang telah puas mencurahkan air mata
Membiaskan sesak yang telah tumpah dalam isak
Tenang hati dalam dada membiarkan air itu tetap berderai
Dan teruslah berderai membasahi semua hati

Agar puas dan lepas beban ini
dan aku akan kembali ke lorong waktu kini
dengan senyum seperti awan membawa pelangi
takan ada duka lagi.....

Walau gelap siang kembali lagi
Aku tetap bertahan untuk membiarkan air itu jatuh
membasahi semua yang pernah luka
Dan membiarkan diri dalam sebuah angan

Jumat, 15 Februari 2013

Aku Menunggumu

Peluhku bercucuran ...
Menanti senja , berdiri ditengah siang
Berharap kau datang
Menjemputku dengan jemarimu

Aku tak lelah menunggu
Walau mentari begitu terik
Membakar kulit
Membuat emosi

Menanti jemari tanganmu
Mengapai hatiku
Membawaku pergi
Dan menjalani hari

Peluhku tetap bercucuran
Teriknya Mentari tak membuatku
Beranjak untuk menunggumu
Aku tetap disini

Jemput aku Kekasihku...
Aku disini dengan peluh


Senin, 11 Februari 2013

Rinduku Masih Bertahan

Rinduku masih bertahan
walau ombak terus berkejaran
mengapai pinggir pantai
agar aku dapat mengapai

Rinduku masih bertahan
terus mengapai karang tengan lautan
berharap kau ada dalam timbunan
menungguku penuh dengan pesan

Rinduku masih bertahan
rindu tentang belaian
rindu tentang senyuman
rindu tetang kata- kata manja


Rinduku masih bertahan
menunggu senja dengan  perlahan
berharap kau datang dengan senyuman
membawa semua kerinduan

Rinduku masih bertahan






Kamis, 07 Februari 2013

Rindu Sebak

lazuardi senja belumlah nampak
tapi rinduku datang dengan serentak
terpaku diriku  dengan kau hentak
kata rinduku  mati  telak

aku bukan seorang pemberontak
yang kau hentak langsung menghelak
aku hanya seorang  anak
terhentak terus melonjak

nenahan rindu dengan isak
tanpa perlu kau desak
aku hanya perlu menghela sesak
agar aku tak tersebak

rinduku terus berontak
lazuardi belum juga nampak
akankah aku sebak
karena menahan rindu penuh isak







Aku Rindu



Telah lelah ku telusuri jalan ini
Tetapi tak aku temui sebait tentang diri
Hanya ada kekeranjang rindu tanpa hati
Aku tak mau tahu siapa yang memiliki
Kuraih dan kugapai
Dalam genggaman rindu itu sendiri
Aku berkata bak belati
Menikam rindu dalam sepi
Aku bekata bak pujangga kini
Semua kata tak ada yang dimengerti
Rindu sedih termenung menaruh jari
Sedihkah rindu saat ini ?
Hanya sendiri dalam keranjang besi
Tak ada kasih  dalam sedih
Tak ada cinta dalam duka lirih
Semua pergi menjauh
Tanpa permisi dan terima kasih
Dengan sedikit luka hati
Jalan tetap ku tapaki
Dengan kerikil keji
Aku terus melangkah pasti
Menggapai rindu dalam sendiri 

Aku Diam

Aku diam dalam kebisingan 

Aku Sepi dalam keramaian

Aku berada di antara daun gugur

terjatuh, terserak, dan terbuang


Aku tetap diam walau suara memekak telinga

Aku tetaap sepi walau kau ada disampingku 

Jadi aku biarkan diriku di antara daun- daun gugur

Agar kau tahu aku rela terbuang dan tercampak

 

Aku ingin diamku membuatmu sadar 

Bahwa aku adalah aku

Bukan orang yang kau ingin 

Biarkan aku menjadi diriku

 

Sudahlah.....

Apapun itu yang aku perbuat untukmu 

Takan pernah berarti untukmu 

Karena aku memang bukan siapa- siapa bagimu

 

Biarkan aku diam....

dan biarkan aku sepi 

karena aku tetap diriku...

bukan orang lain