Rabu, 07 Mei 2014

Siang

Siang menapak senja,
melewati batas fatamorgana,
menemui dengan cinta

tenyata senja menapak
tanpa melewati siang
aku lelah , aku bimbang

akankah kau tetap bertahan
menungguku dengan senang
aku ragu dan bimbang

Apakah kau tetap bertahan
menungguku hingga senja menjelang
aku terus bertanya dalam hati

Senja terus beranjak
aku semakin sesak
kau tak pernah datang
sampai kau sebak











Andai

Andai kau tak lagi mau bersinar untukku
andai  kau tak lagi mau memberikan rasa hangat untukku
andai kau tak lagi mendekapku hangat
andai kau tak lagi mau datang menemui aku
andai kau tak lagi mau melewati jalan kenangan itu
andai kau tak lagi mau menatap mataku syahdu
andai kau tak lagi mau mengandeng tanganku
andai kau tak lagi mau mengecup bibirku
andai kau tak mau lagi kau berada di sisiku
Ah ....andai itu tidak terjadi
karena aku sangat mencintaimu

Rinduku

Aku rangkai huruf demi huruf menjadi kata
Kurangkai  kata demi kata menjadi kalimat.
Kalimat yang aku susun untuk ungkapan rasa rinduku padamu.
Kata telah kususun menjadi kalimat kerinduan.
Kuhantar pada sebuah keranjang yang berisikan hiasan kerinduan
Hingga kau tak sanggup lagi menampung kerinduan hati yang terdalam.

Keranjang penuh dengan bunga kerinduan
Kuhantar penuh dengan senyuman
Agar dirimu tahu bahwa rinduku tidaklah semu
Aku rindu padamu saat ini

Rangkaian kata rinduku sudah penuh tersusun dalam keranjang
Kuurai satu persatu bunga rinduku padamu
Hingga rinduku tidak dapat lagi berada dalam keranjang
Kuurai terus aku urai hingga kau rasakan betapa rinduku nyata

Rangkai makin indah bersama rinduku
Aku hantarkan lewat  hati malam ini
Agar kamu tahu rinduku begitu menggebu
Tunggu aku hantar keranjang rinduku untukmu
Karena rinduku menggebu

Kini rangkaian rindu itu akan ku hantar


Di Ujung Kalbu

Rindu di ujung kalbu,
Menanti hadirmu semu.
Andai kau bukan mimpi
Akan aku bawa menuju indahnya pelangi.
Tapi kau hanya mimpi
Indahnya pelangi tak dapat aku bagi karna kau hanyalah ilusi
Yang  tidak pasti.
Jadi aku hanya menunggu rindu dengan sendu 
Tanpa senyum berlaku
Biarlah kan bawa indahnya pelangi hanya dalam mimpi.
Sampai bisa kau ku jadikan nyata 
Dan dapat aku bagi indahnya pelangi bersamamu
Berurai warna indah 
Bertabur kecup mesra 
Bertabur bunga rindu 
Hingga pelangi dapat kita lewati 
Aku ingin dekapmu malam ini 
Agar rinduku tak berada di ujung kalbu
 
 
 

Malam

Malam  telah datang akan tetapi tidak aku  jawab sapanya
Karena aku takut malam tidak   membawamu serta.
Malam tetap menyapa dengan lembut sapanya 

''Pujaanmu takkan datang menemuimu,
dia gelisah dngan kerinduannya''.
Aku katakan  pada rembulan melalui malam, 

''Aku juga gelisah karna merindukanmu.''
Lihatlah ke angkasa kelam ,

Disana telah aku tulis kerinduanku padamu.
Melalui awan , agar kau dapat membacanya 
Bahwa rinduku tidak sekedar datang
Aku ingin malam menyapaku 
Membawa serta dirimu dalam kegelapan malam 
Bertemu dan bercumbu lewat mimpi 
Hingga tak kudapati lagi kesedihan 
Aku bertanya pada malam 
Dapatkah kau bawa serta pujaan hatiku 
Kedalam pelukku saat ini 
Aku merindukannya
 

Dapatkah

Dapatkah  bayangamu tidak bermain di mataku,
Agar aku tidak bermimpi tentangmu.
Dapatkah hatimu tidak kau letakkan di palung hatimu yang paling dalam,
Agar aku bisa menggapai hatimu.
Dapatka kau  menatapku sebagai orang yang kau sayang
Agar aku dapat membalas tatapmu kembali
Dapatkah  kau peluk aku dalam alam nyata
Agar aku dapat membalas pelukmu hangatmu
Dapatkah semua kau ceritakan tentang hatiku
Agar aku dapat tetap mencintaimu
Selama hatiku dapat berada dilam hatimu
Aku akan selalu dan selalu ada dalam palung hatimu

Hati ini

Hati ini terus bercerita tentang indahmu
Indah hari yang aku lewati bersamamu 

Hati ini terus bercerita tentang dirimu
Dirimu yang selalu ada dalam mimpiku

Hati ini terus bercerita tetang matamu
Matamu yang selalu menatapmu syahdu

Hati ini terus bercerita tentang bibirmu
Bibirmu yang dapat mengecupku lebut

Hati ini terus bercerita tentang tubuhmu
Tubuhmu yang memelukku erat 

Hati ini terus bercerita tentang indahnya kau dan aku
Melewati waktu yang indah 

Betapa hati ini ingin selalu bercerita tentangmu
Mengingat tentang indahnya bersamamu

Menjalani hari, melewati waktu , dan meniti malam
Bersama dirimu

Hati ini terus bercerita
Hanya bercerita tentangmu

Tentang Indahmu
Dan tentang rasa rinduku

Hati ini tetap bercerita mengurai kata tentangmu


Rinduku

Aku tanam rindu dalam hatiku
Rindu untuk dirimu, rindu untuk kasihmu
Terus aku pupuk , dan tumbuh begitu lebat
Berbatang , beranting, berdaun , dan berbunga indah

Bahagia rasa itu ada, hingga aku tak bisa rasakan lagi
Rindu itu tumbuh, dan layu , kemudian mati
Tangisku tak terhenti, bulir -bulir itu mengalir deras
Hingga sesak menghantamku

Rindu yang aku tanam kini mati
Mati , mati karena keadaan
Tangisku tetap tak henti
Aku seperti peri tak bertongkat

Tongkatku tak bisa mengubah rindu
Rindu yang aku punya untukmu
Rindu yang aku tanam untukmu
Aku hanya pasrah

Pasrah kapan kau rangkuh rinduku
Kapan rindu itu tumbuh
Dan berbunga kembali
Aku menunggu rindu itu ..