Senin, 05 Desember 2011

Tidak Duduk Manis Di Kursi Empuk

Menjadi Anggota DPD RI   mimpi kali yee...
tapi boleh jugalah bermimpi , ya, sekedar mimpi jadi anggota dewan apa salahnya.
Seandainya aku menjadi anggota DPD RI , mungkin aku akan lebih banyak menghabiskan waktuku dilapangan agar aku  tahu keadaan rakyat, tahu bagaimana beceknya jalan -jalan di daerah, rusaknya jalan -jalan utama di daerah, dan banyaknya rakyat yang kelaparan yang saya tidak tahu, karena sudah disampul bagus sampai ke meja  kerjaku.

Aku  sendiri merasakan bagaimana susahnya mengurus SKTM, JAMKESMAS, atau yang sejenisnya. Andaiku Anggota Dewan aku akan memberikan tugas kepada anak buahku untuk menferivikasi keadaanya secara langsung. Dan aku tidak hanya diam duduk dikursi  yang empuk, tapi tetap bergerak turun kemasyarakat berbicara secara langsung, bukankah kita telah digaji untuk itu.

Andai aku Anggota DPD RI tidak harus mobil mewah yang kupakai, asal bisa membawaku untuk melihat keadaan rakyatku itu sudah cukup. Aku tak ingin selalu duduk manis dikursiku aku hanya ingin bisa berbagi dengan rakyatku. Lebih baik fasilitas yang kupunya kugunakan untuk membantu sekolah- sekolah , madrasah- madrasah yang masih banyak sekali kekurangan biaya untuk proses pembelajaran.

Andaiku jadi anggota DPD RI akan membawaku kesekolah yang kurangnya tenaga pendidiknya di daerah terpencil dan masih banyaknya guru honorer yang hanya digaji  Rp 80.000,-/bulan , itu yang akan kuajukan kepada Atasanku agar mereka tahu keadaan yang sebenarnya, atau setidaknya mereka diberi tunjangan yang memadai.

Dan turun kesawah bergabung bersama para petani mendengarkan keluh kesah mereka tanpa takut baju safari atau blazernya kotor, dengan cara inilah aku dapat mendekatkan diri dengan rakyatku.


Untuk Indonesia lebih baik bukankah itu suatu yang nyata untuk berubah, aku coba dengan tunjangan dan gajiku untuk membantu rakyatku.

Kekasih Dalam Mimpi

Kekasih dalam mimpi
Aku rindu ...
Rindu tanpa menatap
Rindu tanpa berkata
Rindu tanpa bersua

Kekasih dalam khayal
Aku mencintaimu ...
Cinta tanpa memiliki
Cinta tanpa ungkapan
Cinta tanpa perasaan

Andai kau jadi nyata
Apakah akan ada rindu ini ?
Apakah akan ada cinta ini ?
Apakah akan ada semua ini?

Aku berkhayal tentangmu
Tentang duniamu
Tentang semua yang ada padamu
Aku begitu terpaku

Kekasih dalam mimpi dan khayal
Kini bukan saatnya kita berkhayal
Kini bukan saatnya kita bermimpi
Kini saatnya aku buktikan kepadamu


Aku mencintaimu walau hanya dalam hati

Rindu

Kurindu menatapmu
Kurindu mendengar tawamu
Kurindu hembusan napasmu
Dalam dekap yang kurindu
Aku ingin katakan
Walau kata-kataku tak seindah syair pujangga
Tapi dapat mengatakan rindu padamu
Dengan kata yang tertuang diatas kertas
Goresan penaku
Gerak lembut ujung jariku
Dapat merangkai kata untukmu
Dalam sepinya malam
Kudapat menggenggam sebuah cerita
Satu episode yang kini berakhir
Denganmu tanpa ada kata lupakan aku
Rinduku tergantung
Dalam sebuah cerita
Yang tak pasti
Katakan padaku
“ tinggalkan aku “
“ lupakan aku “
Agar rinduku tak tergantung
Mengharap bintang kepangkuan