Senin, 18 Juni 2012

ANGIN

Aku ingin seperti angin, lepas, bebas
Aku ingin seperti angin yang dapat membelai lebut hatimu
Aku ingin seperti angin menghebuskan hawa kesejukan
Aku ingin seperti angin yang dapat membuatmu tertidur

Jadi biarkan aku berhembus dengan dengan lembut
Agar kau rasakan betapa sejuknya setuhanku pada tububuhmu
Kau terpejam, kau rasakan betapa aku sangat memanjakan dirimu
Teruslah terpejam ….dan teridur

Tiba – tiba besarnya hembusan angin makin bermakna
Tak kurasakan lagi kelembutan, terus berputar tanpa tujuan
Kecang, merobohkan segala asa dan harap dalam diri
Kau yang menanam … kini kau tuai badai itu ….

Bukankah aku perna ada dalam kelembutan
Bukahkah aku pernah ada dalam kesejukan
Bukakah aku pernah ada dalam keheningan
Tapi mengapa kau kau tanam itu

Aku benci…aku benci…aku benci ….
Benci dengan apa yang kau tanam
Kini aku harus melihat porak poranda hatiku
Karena ulah dirimu


Jakarta, 18 Juni 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar