Aku ingin seperti angin, lepas, bebas
Aku ingin seperti angin yang dapat
membelai lebut hatimu
Aku ingin seperti angin menghebuskan hawa
kesejukan
Aku ingin seperti angin yang dapat
membuatmu tertidur
Jadi biarkan aku berhembus dengan dengan
lembut
Agar kau rasakan betapa sejuknya setuhanku
pada tububuhmu
Kau terpejam, kau rasakan betapa aku
sangat memanjakan dirimu
Teruslah terpejam ….dan teridur
Tiba – tiba besarnya hembusan angin makin
bermakna
Tak kurasakan lagi kelembutan, terus
berputar tanpa tujuan
Kecang, merobohkan segala asa dan harap
dalam diri
Kau yang menanam … kini kau tuai badai itu
….
Bukankah aku perna ada dalam kelembutan
Bukahkah aku pernah ada dalam kesejukan
Bukakah aku pernah ada dalam keheningan
Tapi mengapa kau kau tanam itu
Aku benci…aku benci…aku benci ….
Benci dengan apa yang kau tanam
Kini aku harus melihat porak poranda
hatiku
Karena ulah dirimu
Jakarta, 18 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar