Aku bertemu mata pada saat masuk ruang seminar, di salahsatu Rumah Sakit di Jakarta. Aku masih berfikir " siapa gadis ini , mungkin usianya tidak beda dengan anak pertamaku, tapi untuk apa dia mengikuti acara ini, sendiri tanpa pendamping. Setelah sekian jam acara berjalan dengan tema " Kanker Pada Servik". tiba - tiba gadis yang bertemu mata saat masuk ruang seminar tadi telah duduk di sampingku, sambil berkata " tante, apa aku boleh bertanya dan bercerita pada tante, karena aku melihat tante sangat antusias dengan semua ini. Aku anggukan kepalaku dan aku raih tangannya. Dan seketika itu kulihat butiran bening mulai membanjiri kelopak matanya, ku dekap agar bening di kelopak matanya tak lagi runtuh.
Kudekap lebih erat lagi gadis kecil ini, " kubayangkan wajah anakku dalam dekapan itu. Tante " katanya kepadaku, apa aku boleh bercerita pada tante? Boleh, anggukku. Tante , Namaku Cinta, usiaku baru 16 , kemarin aku telah tes IVA dan Papsmear, hasilnya aku dinyatakan kanker tante, kanker mulut rahim, tapi aku belum tahu stadium berapa ? Disini dahiku berkerut dan penuh tanda tanya ? Apakah gadis ini telah menikah ,Aku bertanya kembali padanya " apa ini semua telah kamu ceritakan pada ibu kamu? Gadis itu menggelengkan kepada seraya berkata " aku takut tante, kenapa harus takut , katakan pada orang terdekatmu. dan katakan bahwa kamu harus ke dokter , kamu masih muda sayang .
Dengan lancar dia bercerita padaku, bahwa dia telah melakukan sex bebas dengan kawan lelakinya hampir setahun rutin, di sinilah aku baru tahu, ternyata sex bebas yang gadis kecil ini lakukan telah mengambil kebahagiaan masa remajanya. " Air mata ku berlinang , makin aku dekap gadis kecil itu. Dia gadis kecil kelas 1 SMA usia 16 tahun, yang tidak dia ketahui tentang sex bebas yang telah membuatnya sakit, dia takut berkata jujur kepada orang tuanya.
Hari semakin sore ketika gadis kecil itu aku antar untuk menemui orang tuanya, sesampainya di rumah mungil itu, aku disambut oleh kedua orang tuanya, dan aku bicara perlahan , sempat aku lihat shock dari kedua mata orang tua itu, tapi lebih aku sarankan lebih baik melupakan yang sudah terjadi. Dan kini harus lebih fokus terhadap anak gadisnya yang manis.
Selamat malam Cinta, semoga Cinta mau tante temui kembali di hari yang berbeda, dan kita dapat pelajaran ini Cinta. Tante akan selalu ada untuk Cinta, apabila Cinta butuh. Dan terakhir dekap hangat tante dari jauh ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar