Rabu, 21 November 2012

Tangisan Rindu

Kubalut dingin dengan senyummu....
Kurentang di peraduan malam ...
Kunikmati dingin tanpa desahmu,
dan kubiarkan engkau terus bermain
dalam anganku
Walau hangat tubuhmu semu,
Aku akan jadikan nyata
Walau itu mustahil
Biarlah sekarang hanya
Khayal yang bermain dalam anganku
Walau rinduku bertabur air mata
Diam...Diam ...Diam
Teruslah membisu ...
Karena aku tahu kau bukan nyata
Teruslah bergelantung
Pada pohon rindu....
hingga benar- benar menjuntai
menyapu bumi...
Malam enggan berajak
aku terus menangisi rindu
tanpa perlu kau ketahui
Biarkan malam membekukan airmataku
agar tak ada lagi yang terbuang untuk rindu

Karena Hanya Rindu Ini Yang Aku Punya Untukmu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar